Tidak dapat terhubung ke server. Harap periksa koneksi Internet Anda dan coba lagi.
Thursday, June 30, 2016
AHMAD DHANI Minta MUI Haramkan Ahok Masuk Mesjid, Ini Kata Netizen dan MUI !!
Berita Terkini Hari Ini : Ahmad Dhani Minta MUI Haramkan Ahok Masuk Mesjid, Ini Kata Netizen dan MUI !!
Hargatop.com – Pentolan musik Dewa 19, Ahmad Dhani kembali menyerang Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK. Ini bukan kali pertama Ahmad Dhani menyerang AHOK lewat media sosial apalagi yang berbau SARA.
Yang terbaru, ayah dari Al, El dan Dul ini menyerang AHOK dengan meminta MUI (Majelis Ulama Indonesia) untuk mengharamkan AHOK masuk Masjid. Lewat akun Twitternya Dhani menulis, “Harusnya MUI mengHaramkan Ahok masuk mesjid jika utk Pen Citra an di pasca Pilkada.”
Menanggapi permintaan Ahmad Dhani tersebut, KH Amidhan selaku anggota Dewan Pertimbangan MUI memberi penjelasan.
“Pengharaman itu dalam rangka apa dulu. Kalau tujuannya untuk kepentingan politik, siapa pun tidak oleh menggunakan masjid untuk Pilkada,” jelas Amidhan kepada Tabloid bintang, Rabu (29/6).
Kemudian Amidhan menambahkan penjelasan lainnya misalnya soal Bill Clinton yang pernah datang ke Indonesia dan masuk ke Mesjid Istiqlal.
“Terkait non muslim masuk masjid sebenarnya tidak boleh. Tapi ada juga imam yang membolehkan. Seperti Bill Clinton aja masuk masjid Istiqlal. Itu masih debatable-lah,” paparnya.
Sementara kita tahu bahwa presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama istri juga pernah berkunjung ke Masjid Istiqlal beberapa tahun lalu.
Mahasiwa Universitas Samudra... Kota Langsa
Apa Ini?
Mahasiswa Universitas Samudra Negeri Langsa (UNSAM) menggelar gerakan aksi solidaritas peduli musibah kebakaran yang terjadi pada beberapa waktu lalu di Dayah (pesantren) Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan.
Rizki Wahyudi, Kordinator Aksi Solidaritas Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Samudra Negeri Langsa, kegiatan amal ini merupan bentuk kepedulian terhadap sesama dalam menempuh jenjang pendidikan, mereka merupakan saudara kita yang harus kita bantu, sehingga tiada pembantas antara mahasiwa/i dan santri di Aceh,
“Pengalangan bantuan dana tersebut dilakukan oleh teman-teman Gabubangan Organisasi Mahasiwa baik tingkat jurusan sampai ke tingkat universitas, aksi solidaritas di mulai dari pukul 10:00 sampai pukul 16:00, penggalangan dana dilakukan di pusat kota dan pusat perbelanjaan di kota Langsa, sampai saat ini dana yang sudah terkumpul sebanyak Rp.3.000.000,-, ungkap Rizki kepada Septi Muda Gumilang, Rabu (29/06).
Rizki juga menambahkan bahwa pada malam hari nanti Seluruh Mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Amal akan menggelar Musik Islami di seluruh cafe di kota Langsa, dan rencananya bantuan akan diserahkan lansung pada pihak pondok pesantren...
Seumangat Seumangat Seumangat...
Saturday, June 25, 2016
Wali Kota Nonjobkan Pejabat Berapor Merah
LANGSA - Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, Rabu (22/6) melakukan mutasi sejumlah pejabat penting di jajarannya. Sebagian dinonjobkan (bangku panjang) karena kinerjanya rendah alias berapor merah. Beberapa pejabat yang diganti di antaranya Kepala dan Sekretaris Dishubkominfo, Kasatpol PP dan WH, serta Camat Langsa Kota.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di aula Cakdon Kota Langsa, terhadap 50 PNS dengan rincian 2 orang golongan IV/C, 9 orang golongan IV/B, 4 orang golongan IV/A 3, selebihnya golongan III.
Untuk posisi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Langsa yang sebelumnya dijabat dr Syarbaini MKes dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, dr Herman, terjadi pertukaran posisi. Yaitu dr Herman sebagai Kadinkes dan dr Syarbaini sebagai Direktur RSUD.
Sejumlah pejabat yang dinonjobkan yakni Hermansyah SH dari jabatan Kepala Dishubkominfo, Haliani Nurvi SPd dari jabatan sebelumnya Sekretaris Dishubkominfo, Yudi Ferdiansyah Putra SSTP MSP dari sebelumnya Kasatpol PP dan WH, serta M Jamil S SosI dari jabatan sebelumnya Pj Camat Langsa Kota.
Dalam arahannya, Usman Abdullah mengatakan, mutasi ini adalah merupakan langkah penyegaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Langsa. Namun ia tak menampik, bahwa dalam mutasi ini ada sejumlah pejabat yang memiliki rapor merah yang dinonjobkan.
“Tujuannya agar mereka introspeksi diri, dimana kesalahan dan apa yang perlu mereka perbaiki ke depan,” tegasnya. Ia juga berharap, mereka yang mendapat kepercayaan pada jabatan baru, dapat bekerja sesuai tupoksinya terutama dalam mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Promosi dan penempatan jabatan baik untuk eselon II, III dan IV ini tidak ada kaitannya dengan setor-menyetor, apalagi terkait dengan Pilkada mendatang,” ujarnya.
Sebelum Terbunuh, Mawar Sangat Gembira Hendak Pulang Kampung
LANGSA -- Menurut ayah korban, Alferi Mandai (42), anaknya itu Mawar Feriani yang berumur muda belia (12 tahun) sebelum meninggal sangat gembira karena mau pulang kampung kangen neneknya.
"Mawar sengat senang karena besok pagi (Jumat-red) kami mau pulang ke kampung di Padang Pariaman. Sehingga malam itu dia dan kakak-kakanya saya suruh tidur cepat, karena pagi-pagi harus ke Medan dulu sebelum lanjut ke Padang dengan Bus," ujarnya kepada Serambinews.com.
Menurut Alferi Mendai, sehari sebelumnya dia sudah memesan tiket bus di Terminal Kota Medan tujuan ke Padang Pariaman.
Tapi nasib berkata lain, Mawar yang begitu dekat dengan ayahnya ini sudah tiada, dan tak kesampaian melepas rindu dengan neneknya di kampung halaman ayah dan ibunya itu.
Sedangkan ibunya sejak 2005 silam meninggalkannya pergi alias kabur dengan BKO, hingga sekarang tidak tahu dimana maupun menjenguknya. Sedangkan saat itu Mawar masih berumur 2 tahun.
Setelah anak-anaknya tidur, tambah Alferi, dia pun pulang ke rumah istri mudnaya di Gampong Lhoek Banie.
Namun antara sekitar pukul 23.30 WIB, dia mendapat telepon anaknya (kakak korban-red) bahwa Mawar telah berdarah-darah.
Dia pun bergegas langsung pulang ke rumah tersebut, dan saat sampai di sana Mawar sudah meninggal. Padahal selama ini Alferi Mendai ini, lebih sering tidur di rumah Gang Nasional Gampong Blang Seunibong itu dengan almarhum dan dua kakaknya, sedangkan di rumah istri mudanya di Lhoek Banie seminggu 1 atau 2 kali saja.
Perkiraan ayah korban yang sebelum tertangkapnya AR (pelaku pembunuhan Mawar-red) benar, karena kepada Serambinews yang ditemui di kamar jenajah RSUD Langsa Jumat (24/6/2016) malam itu ayah korban sempat mengatakan bawa dia sangat curiga AR pelakunya.
Menurutnya, AR sebelumnya pernah melempari rumahnya dan megobrak-abrik tebu di depan rumah, serta sering ribut dengan korban. Korban juga pernah menceritakanya kepada sang ayahnya.
Selama ini Alferi Mendai mengaku tak mengenal AR, apalagi pelaku juga bukan warga setempat dan selama ini hanya sering lewat-lewat di depan rumahnya itu. AR sering mangkal di warnet ujung Gang Nasional tersebut.
Bahkan Kamis malam itun saat dia hendak pulang ke rumah istri mudanya di Gampong Lhoek Banie, Alferi sempat berpapasan dengan pelaku di ujung gang. Mungkin pelaku waktu itu sengaja mengintip Alferi Mendai, kapan tidak berada di rumah, barulah dia melakukan pembunuhan terhadap Mawar.
"Saya curiga dia (AR-red) pelakunya, karena dia sempat ribut-ribut dengan anak saya, Mawar mungkin tak suka jika AR berhubungan dengan kakaknya. Korban selama ini sangat dekat dengan saya, selama puasa ini dia dan dua kakaknya jualan air tebu di depan gang," sebut ayah korban dengan guratan wajah sedih. (*)
Miliki Sabu, Oknum Wartawan dan IRT Ditangkap
- Seorang oknum wartawan salah satu media cetak Sumut, Jefri Boy (36),
Rabu (22/6/2016) ditangkap aparat Sat Res Narkoba bersama seorang IRT lagi hamil, Eliza (34).
Penangkapan keduanya di rumah IRT Eliza, di Gang Melati, Gampong Paya Bujok Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, terkait dengan BB 5 paket sabu siap edar seberat 5,50 gram.
Kapolres Langsa, AKBP H Iskandar ZA SIK, kepada Serambinews.com, Jumat 24/6/2016) mengatakan, diduga selama ini di rumah tersangka Eliza sering terjadi transaksi narkoba.
Polisi yang mendapat laporan dari warga, langsung melakukan pengintaian.
Setelah memastikan memang benar ada transaksi jual beli sabu, Rabu sore itu personil Sat Res Narkoba menggrebek rumah tersangka Eliza, dan menangkap dua tersangka..
Penangkapan tersangka sabu -sabu ini juga atas pengembangan kasus penangkapan berapa tersangka kasus yang sama pada waktu sebelumnya.
Tersangka Jefri dan Eliza diancam Pasal 112 Sub Pasla 114 Sub 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun. (*)
Friday, June 24, 2016
Polisi Ringkus Pembunuh Mawar Feriani
Home » Nanggroe » Langsa
Polisi Ringkus Pembunuh Mawar Feriani
Jumat, 24 Juni 2016 18:02
Shutterstock
Laporan Zubir | Langsa
LANGSA -- Sat Reskrim Polres Langsa, Jumat (24/6/1016) menjelang subuh berhasil menangkap AR (16) warga asal Idi, Aceh Timur, pelaku pembunuhan Mawar Feriani (12) alamat Gang Nasional, Gampong Blang Seunibong, Kecamatan Langsa Langsa.
Pelaku ditangkap enam jam setelah melakukan perbuatan bejatnya, Kamis (23/6/2016) pukul 23.00 WIB, di rumah korban. Pembunuhan sadis ini dilakukan tersangka AR menggunakan pisau yang ditancapkan berapa kali ke dada korban.
Kapolres Langsa, AKBP H Iskandar ZA SIK, kepada Serambinews.com, siang tadi menyebutkan, anggotanya dari Sat Reskrim yang bekerja cepat berhasil menangkap pelaku AR.
Dari keterangan dihimpun sementera ini diduga pelaku nekat membunuh korban karena dendam.
Keterangan sementara kepada penyidik, AR mengaku sering di ejek-ejek korban yang memacari salah seorang kakak korban, bahkan facebook AR sempat diblokir korban.
Sebelum membunuh korban dengan cara menusuk dada korban leher dan tangan menggunakan pisau itu, pelaku menunggu korban dan kakaknya hingga tertidur.
Saat korban terlelap, barulah pelaku masuk dari samping naik ke lantai dua rumah berkonstruksi papan model rumah zaman itu.
Pelaku mengaku langsung menuju ke arah korban tidur dan menusuk korban hingga berapa kali, lalu kabur dari pintu samping atas rumah tersebut.
Tetapi waku itu kakak korban yang tidur satu kamar namun berbeda kelambu dan tilam tak mengetahui kedatangan pelaku.
Menurut Kapolres, tim penyidik sekarang masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Karena bisa saja kasus pembunuhan melibatkan lebih dari stau orang selain pelaku AR.
Apalagi kasus tersebut terjadi secara berencana (kasus berencana-red) pelaku kemungkinan lebih dari satu orang.
"Kita akan terus melakukan pengembangan, apakah kejadian ini ada melibatkan pelaku lain. Apalagi kasus pembunuhan Mawar tersebut berencana," ujarnya.
Kapolres menyebutkan pelaku diancam Pasal 30 KUHPidana Subs Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistim perdilan anak, dengan ancaman minimal 11 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (*)
Wednesday, June 22, 2016
Sunday, June 19, 2016
Tuesday, June 7, 2016
Jumat, 3 Juni 2016 | 07:49 WIB
TOKYO, KOMPAS.com - Anak yang hilang di hutan Jepang, setelah ditinggal sebagai hukuman oleh orangtuanya, ditemukan selamat pada Jumat (3/6/2016).
“Anak itu ditemukan hidup, tapi kami tidak memiliki
informasi rinci tentang kondisinya,” Satoshi Saito, seorang anggota tim
pencari.
Saito mengatakan, anak itu mengidentifikasi dirinya sebagai
Yamato Tanooka. Nama itu sama dengan nama anak yang hilang, tetapi
belum dipertemukan dengang orangtuanya.
Anak itu ditemukan di pangkalan militer. Seorang pejabat
Angkatan Bela Diri Jepang yang berada di pangkalan menemukan seorang
anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun.
"Anak itu memperkenalkan dirinya sebagai Yamato Tanooka,"
kata juru bicara Angkatan Bela Diri, ManabuTakehara. Yamato dalam
kedaaan sehat, dan sedikit mengalami luka gores.
Anak laki-laki itu hilang di hutan dengan banyak beruang di
Hokkaido utara setelah sengaja ditinggal orangtuanya dan menghilang
sejak Sabtu (25/5/2016) pekan lalu.
Yamato menghilang setelah sebelumnya mendapat hukuman dengan diusir dari mobil karena bertindak salah.
Orangtuanya memberitahu polisi bahwa anak itu ditinggal
sebentar di hutan sebagai hukuman karena nakal. Ketika kembali untuk
menjemputnya, anak itu menghilang.
Upaya pencarian dilakukan terhadap bocah berusia 7 tahun,
telah melibatkan ratusan tentara, polisi, petugas jagawana, dan aparat
sipil lainnya.
Hilangnya Yamato secara misterius, sampai mengundang
perhatian di tingkat nasional. Selain pasukan militer, banyak warga yang
menyampaikan dukungan dalam bentuk doa.
Selain itu, kritik dan kecaman terhadap orangtua si bocah pun tak kalah deras mengalir.
Hal itu kemudian mengundang perdebatan apakah meninggalkan
anak kecil seorang diri di tengah hutan merupakan bentuk pendidikan
kedisiplinan atau penyiksaan anak.
Aparat kepolisian menyebut, orangtua Yamato memerintahkan anak itu turun untuk membentuk kedisiplinannya.
Saturday, June 4, 2016
Pembukaan Pekan Olahraga Daerah XIV KOTA LANGSA
Kemilau Pantai Timur
Atraksi Tarian Masal...
Pembukaan Pekan Olahraga Daerah XIV KOTA LANGSA
https://www.youtube.com/watch?v=rKK-k_-iT9w
Atraksi Tarian Masal...
Pembukaan Pekan Olahraga Daerah XIV KOTA LANGSA
https://www.youtube.com/watch?v=rKK-k_-iT9w
Komunitas Seni Rajut Langsa
Komunitas Seni Rajut Langsa
PROFIL UKM-KOMUNITAS SENI RAJUT
UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
Komunitas Seni RAJUT
terbentuk pada tanggal 09 September 2009 di Universitas Samudra Langsa. Yang
diprakarsai oleh Fitri Juniadi (Apit Jambang) dan Salman yang merangkul
kawan-kawan yang mempunyai bakat yang luar biasa di bidang seni antara lain
T.Rigana Fazmi (Gana TamTum), Ardiansyah Syahputra (Birma), Musliadi (Mas Mus),
M.Anwar (Aan Nguek), Mahruza (Rozali Rajut), Noer Afny (Dek Peni), mereka
merupakan perintis Komunitas Seni RAJUT untuk mengembangkan sayap di dalam
Kampus, Kota Langsa bahkan Provinsi Aceh.
Tujuan utama
dibentuknya Komunitas Seni Rajut adalah menyatukan potensi bakat-bakat seni
yang ada dalam lingkunagan UNSAM dan menyalurkan keatifitas mahasiswa dibidang
seni budaya.
Seiring berjalannya waktu Komunitas Seni
RAJUT berkembang dengan pesat,yang awal
mula berdirinya Komunitas Seni RAJUT hanya mempunyai dua bidang Seni, yaitu,
Seni Teater dan Seni Sastra, namun saat ini Komunitas Seni RAJUT telah
mempunyai Seni Tari dan Seni Musik Etnik.
Begitu
juga dengan system organisatoris, Komunitas Seni RAJUT mempunyai structural
yang transparan dan professional, Ketua Umum
RAJUT pertama kali diamanahkan kepada Fitri Juniadi (Apit Jambang), namun
pada MUBES Komunitas Seni RAJUT pada Tahun 2010 Ketua Umum RAJUT diamanhkan kepada T.Rigana Fazmi (Gana
TamTum).
Dengan
segudang prestasi yang sudah diukir oleh Komunitas Seni RAJUT, maka pihak
Birokrat Universitas Samudra menilai sudah sepatutnya Komunitas Seni RAJUT
dijadikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi dilingkungan Kampus, maka pada
tanggal 01 Februari 2012 Komunitas Seni RAJUT Resmi Menjadi UKM dengan
dikeluarkan Surat Keputusan REKTOR Universitas Samudra Langsa nomor :
04/SK/D.12/2012.
Juara Umum Popda Aceh 2016
Kontingen Aceh Besar Juara Umum Popda Aceh 2016
LANGSA - Kontingen Kabupaten Aceh Besar tampil sebagai juara
umum pada Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) Aceh ke XIV 2016 di Kota
Langsa.
Kepastian
juara umum bagi Aceh Besar itu, diumumkan oleh panitia pelaksanaan, pada acara
penutupan Popda di Stadion Bola Kaki Kota Langsa yang ditutup secara resmi oleh
wakil walikota Langsa H.Marzuki Hamid, Minggu sore (29/5/2016).
Kontingen
Aceh Besar meraih juara umum setelah berhasil mendulang 12 emas, 7 perak dan 17
perunggu. Disusul posisi kedua tuan rumah Langsa 9 emas, 14 perak dan 15
perunggu. Di urutan ke 3 Banda Aceh dengan 8 Emas, 4 Perak, 7 perunggu. Posisi
ke 4 kota Sabang 7 emas, 8 perak, 7 perunggu disusul posisi ke 5 Kabupaten
Pidie dengan 6 emas, 4 perak dan 8 perunggu.
Penyerahan
piala bergilir Juara Umum Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) Aceh ke XIV
diserahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Aceh, Asnawi kepada
Kadisbudparpora Aceh Besar Sulaimi.
Profil Kota Langsa
Kota Langsa adalah salah satu kota di Aceh, Indonesia. Kota Langsa adalah kota yang menerapkan hukum Syariat Islam.
Kota Langsa berada kurang lebih 400 km dari kota Banda Aceh. Kota Langsa sebelumnya berstatus Kota Administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 1991 tentang Pembentukan Kota Administratif Langsa. Kota Administratif Langsa diangkat statusnya menjadi Kota Langsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 tanggal 21 Juni 2001. Hari jadi Kota Langsa ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 2001.
Kota Langsa terkenal sebagai kota pendidikan, kota perdagangan, kota kuliner/makanan, dan kota wisata.
Agama Islam adalah agama mayoritas masyarakat Kota Langsa dan rakyat Aceh umumnya. Hukum Syariat Islam menjadi aturan dasar dalam kehidupan masyarakat Kota Langsa. Agama Kristen juga menjadi bagian dari populasi, sementara Buddha banyak diadopsi oleh komunitas warga Tionghoa (China). Kota Langsa merupakan kota yang kaya akan perbedaan etnis dan penduduk tetap hidup dalam damai serta memiliki toleransi beragama yang kuat. Lokasi Kota Langsa sangat dekat dengan Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, sehingga menempatkan Kota Langsa sebagai kota yang strategis dan ramai imigran.
Meskipun perubahan cuaca sering, curah hujan rata-rata per tahun berkisar dari 1500 mm sampai 3000 mm, sedangkan suhu udara rata-rata berkisar antara 28°-32°C dan kelembaban relatif rata-rata 75 persen.
Kota Langsa berada kurang lebih 400 km dari kota Banda Aceh. Kota Langsa sebelumnya berstatus Kota Administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 1991 tentang Pembentukan Kota Administratif Langsa. Kota Administratif Langsa diangkat statusnya menjadi Kota Langsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 tanggal 21 Juni 2001. Hari jadi Kota Langsa ditetapkan pada tanggal 17 Oktober 2001.
Kota Langsa terkenal sebagai kota pendidikan, kota perdagangan, kota kuliner/makanan, dan kota wisata.
Daftar isi
Mayoritas Penduduk
Mayoritas penduduk Kota Langsa adalah suku Aceh, suku Melayu, suku Tionghoa, suku Jawa, dan suku Batak. Bahasa Aceh digunakan oleh mayoritas masyarakat Kota Langsa, namun bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama.Agama Islam adalah agama mayoritas masyarakat Kota Langsa dan rakyat Aceh umumnya. Hukum Syariat Islam menjadi aturan dasar dalam kehidupan masyarakat Kota Langsa. Agama Kristen juga menjadi bagian dari populasi, sementara Buddha banyak diadopsi oleh komunitas warga Tionghoa (China). Kota Langsa merupakan kota yang kaya akan perbedaan etnis dan penduduk tetap hidup dalam damai serta memiliki toleransi beragama yang kuat. Lokasi Kota Langsa sangat dekat dengan Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, sehingga menempatkan Kota Langsa sebagai kota yang strategis dan ramai imigran.
Perwakilan
Pada Pemilu Legislatif 2014, anggota DPRK Langsa berjumlah 25 orang dengan perwakilan 9 partai politik.| DPRK Langsa 2014-2019 | |
|---|---|
| Partai | Kursi |
| 6 | |
| 4 | |
| 3 | |
| 3 | |
| 2 | |
| 2 | |
| 2 | |
| 2 | |
| 1 | |
| Total | 25 |
Pendidikan
Perguruan Tinggi- Universitas Samudra
- IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa
- Universitas Sains Cut Nyak Dhien
- Kampus LP3I
- STIM Pase Langsa
- Akademi Kebidanan Harapan Ibu
- Akademi Kebidanan Bustanul Ulum
- Akademi Keperawatan Yayasan Cut Nyak Dhien
- Akademi Keperawatan UMMI
- Akademi Keperawatan DepKes (Departemen Kesehatan)
Pemandangan Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa.
Pemandangan Kota Langsa dari atas menara Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa.
Kesehatan
Rumah Sakit- Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa
- Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kota Langsa
- Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Langsa
- Rumah Sakit Umum UMMI Langsa
Daftar Kecamatan
- Langsa Barat (13 desa/kelurahan)
- Langsa Kota (10 desa/kelurahan)
- Langsa Lama (15 desa/kelurahan)
- Langsa Baro (12 desa/kelurahan)
- Langsa Timur (16 desa/kelurahan)
Cuaca
Kota Langsa merupakan daerah tropis yang selalu dipengaruhi oleh angin musim, sehingga setiap tahun ada dua musim yang berbeda yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan biasanya terjadi setiap tahun antara bulan Februari dan musim kemarau berkisar dari bulan Maret sampai Agustus.Meskipun perubahan cuaca sering, curah hujan rata-rata per tahun berkisar dari 1500 mm sampai 3000 mm, sedangkan suhu udara rata-rata berkisar antara 28°-32°C dan kelembaban relatif rata-rata 75 persen.
Tempat Menarik di Kota Langsa
- Lapangan Merdeka Kota Langsa. Lapangan ini biasa dipakai untuk acara-acara dan kegiatan sosial. Lapangan ini adalah Ruang Terbuka Hijau utama Kota Langsa. Setiap hari ramai warga menghabiskan waktu di tempat ini.
- Taman Bambu Runcing. Taman ini terletak tak berjauhan dari Lapangan Merdeka Kota Langsa. Taman dengan konsep central park atau "taman di tengah kota" ini banyak dikunjungi karena ada nilai sejarah kemerdekaan di sini. Salah satu karakteristik taman ini adalah, adanya Tugu Bambu Runcing yang berdiri megah di tengah taman. Diperkaya juga dengan plakat "Udep Saree Matee Syahid" dan "Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya" serta plakat gambar perjuangan Rakyat Aceh mengusir penjajah. Plakat ini terletak di tembok belakang Bambu Runcing.
- Jalan Cut Nyak Dhien. Merupakan sentra wisata kuliner Kota Langsa. Ada banyak sajian makanan yang ditawarkan di sini, menjelang sore dan malam hari. Menu istimewa adalah, Mie Aceh, sate daging, martabak, es krim, aneka makanan tradisional, aneka western food seperti burger dan pizza, dan jajanan lainnya dengan harga yang sangat terjangkau. Khusus untuk kuliner asli Kota Langsa yaitu Sop Sumsum tidak terdapat di tempat ini, Sop Sumsum hanya bisa dinikmati di restoran-restoran yang ada di Kota Langsa.
- Gedung Kantor Bappeda atau disebut juga Gedung Balee Juang. Terletak di jantung Kota Langsa. Merupakan gedung peninggalan kolonial Belanda. Arsitektur ala Belanda masih sangat jelas terdapat pada gedung ini. Gedung ini telah ada sejak tahun 1920, yang ketika itu bernama Het Kantoorgebouw Der Atjehsche Handel-Maatschappij Te Langsar, gedung semacam ini hanya ada di Aceh saja ketika itu yaitu di Kuta Raja dan di Kota Langsa. Di depan gedung ini, ada kantor pos yang sama-sama bercirikan arsitektur Belanda.
- Pelabuhan Kuala Langsa. Pelabuhan ini adalah satu-satunya pelabuhan yang menghubungkan Kota Langsa dengan luar negeri. Dahulu pelabuhan ini ramai akan aktivitas transportasi dari Kota Langsa ke luar negeri, dengan beberapa jenis kapal penumpang express dengan rute pulang-pergi ke Malaysia, Penang, dan Thailand. Serta aktivitas bongkar muat pengiriman barang mulai dari Malaysia, Penang, Thailand, India, dan Singapura. Pada hari Sabtu 23 Februari 2013, pelayaran perdana Kota Langsa - Penang kembali diresmikan setelah sempat vakum pada masa konflik dahulu.[3] Ini bentuk komitmen pemerintah Aceh untuk menjadikan Pelabuhan Kuala Langsa menjadi pelabuhan internasional. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing di sektor perdagangan.
- Kawasan Pecinan atau biasa disebut dalam bahasa Inggris, China Town. Masyarakat Kota Langsa biasa menyebut dengan "Kawasan Toko Belakang". Kawasan ini dulunya merupakan kawasan komunitas warga Tionghoa yang besar. Sampai sekarang beberapa bangunan asli milik warga Tionghoa masih bisa dilihat, namun seiring perkembangan zaman, sebagian bangunan ini dihancurkan dan dibangun bangunan yang lebih modern. Ada beberapa makanan khas China di sini, seperti kwetiau, pangsit, cap cay, dan lain-lain. Terdapat juga satu bangunan pabrik kecap asin tertua di sini, dan di dekat pasar, ada Vihara Buddha Kota Langsa yang juga menawarkan keindahan seninya.
- Langsa Town Square (LATOS). LATOS merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Kota Langsa. LATOS terletak di pusat pasar Kota Langsa. Gedung LATOS terdiri dari 3 lantai dengan 400 unit toko, puluhan fasilitas hiburan keluarga, Timezone Game Center, puluhan unit Food Court, 2 unit lapangan olahraga Futsal, Fitness Center, Spa and Sauna Center, Salon kecantikan, Cafe, dan masih banyak lagi fasilitas menarik lainnya.
Tempat Ibadah di Kota Langsa
- Masjid Raya Darul Falah Kota Langsa, masjid terbesar yang berlokasi di jantung kota dengan fasilitas besar yang dapat menampung jamaah untuk melakukan ibadah. Terdapat banyak masjid yang tersebar di penjuru kota. Mayoritas penduduk di Kota Langsa adalah Islam, tidak sulit untuk menemukan masjid di Kota Langsa khususnya di Aceh.
- Masjid tertua yang dimiliki Kota Langsa adalah Masjid Istiqamah, yang berdiri kukuh di kecamatan Langsa Kota tepatnya di desa Gampong Teungoh.
- Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
- Vihara Buddha Kota Langsa, berlokasi di pusat pasar tradisional Kota Langsa, vihara ini sangat indah dengan balutan cat warna merah yang mencirikan warna khas komunitas Tionghoa.
Tokoh dari Kota Langsa
- Jessica Mila
- Jusman Syafii Djamal
- Kivlan Zen
- Ocyn Fitria
- Ayu Wahyuni [4]
- Yuka Kharisma [5]
- Iskandar St [6]
- Grup Band Nasajiwa
- Grup Band Shouts To The World (STTW) [7][8][9]
- Grup Band Plincore [10]
Batas Wilayah
Kota Langsa mempunyai luas wilayah 262,41 KM2, yang terletak pada posisi antara 04° 24’ 35,68’’ – 04° 33’ 47,03” Lintang Utara dan 97° 53’ 14,59’’ – 98° 04’ 42,16’’ Bujur Timur, dengan ketinggian antara 0 – 25 m di atas permukaan laut serta mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut.| Utara | Selat Malaka |
| Selatan | Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang |
| Barat | Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur |
| Timur | Selat Malaka |
Subscribe to:
Comments (Atom)






