Tidak dapat terhubung ke server. Harap periksa koneksi Internet Anda dan coba lagi.
Saturday, June 25, 2016
Sebelum Terbunuh, Mawar Sangat Gembira Hendak Pulang Kampung
LANGSA -- Menurut ayah korban, Alferi Mandai (42), anaknya itu Mawar Feriani yang berumur muda belia (12 tahun) sebelum meninggal sangat gembira karena mau pulang kampung kangen neneknya.
"Mawar sengat senang karena besok pagi (Jumat-red) kami mau pulang ke kampung di Padang Pariaman. Sehingga malam itu dia dan kakak-kakanya saya suruh tidur cepat, karena pagi-pagi harus ke Medan dulu sebelum lanjut ke Padang dengan Bus," ujarnya kepada Serambinews.com.
Menurut Alferi Mendai, sehari sebelumnya dia sudah memesan tiket bus di Terminal Kota Medan tujuan ke Padang Pariaman.
Tapi nasib berkata lain, Mawar yang begitu dekat dengan ayahnya ini sudah tiada, dan tak kesampaian melepas rindu dengan neneknya di kampung halaman ayah dan ibunya itu.
Sedangkan ibunya sejak 2005 silam meninggalkannya pergi alias kabur dengan BKO, hingga sekarang tidak tahu dimana maupun menjenguknya. Sedangkan saat itu Mawar masih berumur 2 tahun.
Setelah anak-anaknya tidur, tambah Alferi, dia pun pulang ke rumah istri mudnaya di Gampong Lhoek Banie.
Namun antara sekitar pukul 23.30 WIB, dia mendapat telepon anaknya (kakak korban-red) bahwa Mawar telah berdarah-darah.
Dia pun bergegas langsung pulang ke rumah tersebut, dan saat sampai di sana Mawar sudah meninggal. Padahal selama ini Alferi Mendai ini, lebih sering tidur di rumah Gang Nasional Gampong Blang Seunibong itu dengan almarhum dan dua kakaknya, sedangkan di rumah istri mudanya di Lhoek Banie seminggu 1 atau 2 kali saja.
Perkiraan ayah korban yang sebelum tertangkapnya AR (pelaku pembunuhan Mawar-red) benar, karena kepada Serambinews yang ditemui di kamar jenajah RSUD Langsa Jumat (24/6/2016) malam itu ayah korban sempat mengatakan bawa dia sangat curiga AR pelakunya.
Menurutnya, AR sebelumnya pernah melempari rumahnya dan megobrak-abrik tebu di depan rumah, serta sering ribut dengan korban. Korban juga pernah menceritakanya kepada sang ayahnya.
Selama ini Alferi Mendai mengaku tak mengenal AR, apalagi pelaku juga bukan warga setempat dan selama ini hanya sering lewat-lewat di depan rumahnya itu. AR sering mangkal di warnet ujung Gang Nasional tersebut.
Bahkan Kamis malam itun saat dia hendak pulang ke rumah istri mudanya di Gampong Lhoek Banie, Alferi sempat berpapasan dengan pelaku di ujung gang. Mungkin pelaku waktu itu sengaja mengintip Alferi Mendai, kapan tidak berada di rumah, barulah dia melakukan pembunuhan terhadap Mawar.
"Saya curiga dia (AR-red) pelakunya, karena dia sempat ribut-ribut dengan anak saya, Mawar mungkin tak suka jika AR berhubungan dengan kakaknya. Korban selama ini sangat dekat dengan saya, selama puasa ini dia dan dua kakaknya jualan air tebu di depan gang," sebut ayah korban dengan guratan wajah sedih. (*)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment