Jumat, 3 Juni 2016 | 07:49 WIB
TOKYO, KOMPAS.com - Anak yang hilang di hutan Jepang, setelah ditinggal sebagai hukuman oleh orangtuanya, ditemukan selamat pada Jumat (3/6/2016).
“Anak itu ditemukan hidup, tapi kami tidak memiliki
informasi rinci tentang kondisinya,” Satoshi Saito, seorang anggota tim
pencari.
Saito mengatakan, anak itu mengidentifikasi dirinya sebagai
Yamato Tanooka. Nama itu sama dengan nama anak yang hilang, tetapi
belum dipertemukan dengang orangtuanya.
Anak itu ditemukan di pangkalan militer. Seorang pejabat
Angkatan Bela Diri Jepang yang berada di pangkalan menemukan seorang
anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun.
"Anak itu memperkenalkan dirinya sebagai Yamato Tanooka,"
kata juru bicara Angkatan Bela Diri, ManabuTakehara. Yamato dalam
kedaaan sehat, dan sedikit mengalami luka gores.
Anak laki-laki itu hilang di hutan dengan banyak beruang di
Hokkaido utara setelah sengaja ditinggal orangtuanya dan menghilang
sejak Sabtu (25/5/2016) pekan lalu.
Yamato menghilang setelah sebelumnya mendapat hukuman dengan diusir dari mobil karena bertindak salah.
Orangtuanya memberitahu polisi bahwa anak itu ditinggal
sebentar di hutan sebagai hukuman karena nakal. Ketika kembali untuk
menjemputnya, anak itu menghilang.
Upaya pencarian dilakukan terhadap bocah berusia 7 tahun,
telah melibatkan ratusan tentara, polisi, petugas jagawana, dan aparat
sipil lainnya.
Hilangnya Yamato secara misterius, sampai mengundang
perhatian di tingkat nasional. Selain pasukan militer, banyak warga yang
menyampaikan dukungan dalam bentuk doa.
Selain itu, kritik dan kecaman terhadap orangtua si bocah pun tak kalah deras mengalir.
Hal itu kemudian mengundang perdebatan apakah meninggalkan
anak kecil seorang diri di tengah hutan merupakan bentuk pendidikan
kedisiplinan atau penyiksaan anak.
Aparat kepolisian menyebut, orangtua Yamato memerintahkan anak itu turun untuk membentuk kedisiplinannya.

No comments:
Post a Comment